PDIP Harus 'Jodohkan' Jokowi dengan Sosok Proklamator Hatta di Golkar

Selasa, 02 Juli 2013
Dibaca : 137
Komentar : 0

Berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga, PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat diyakini akan masuk empat besar partai pemenang Pemilihan Umum 2014 mendatang. Sebanyak sekitar 50-65 persen suara pemilih akan dikuasai dan dibagi oleh keempat partai itu.  
 
"Artinya, sisa kurang lebih 30 persen suara yang harus dibagi oleh delapan partai sisanya," ujar Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies, Andi Saiful Haq, Sabtu, (29/6/2013).
 
PDIP dan Partai Demokrat kata dia, memiliki peluang untuk berkoalisi. Tapi, jika PDIP tidak bisa menggandeng Demokrat atau Gerindra, pilihannya harus ke Golkar. Agar ada perimbangan kekuatan partai koalisi dan oposisi.
 
"Ini sebenarnya positif bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Akan ada koalisi pemerintahan dan oposisi yang sederhana dan efektif. Dan ini membuat demokrasi akan berjalan lebih stabil hingga 2019," jelas dia.
 
Dia mengakui, untuk menggandeng Golkar ganjalannya ada pada figur Aburizal Bakrie, Ketua Umum yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden. Karena itu, PDIP, yang diyakininya akan mengusung Joko Widodo, harus mencari tokoh Golkar lainnya untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
 
"Tokoh (Golkar) ini tentu harus punya karakter yang cukup kuat. Karena punya dua tugas berat sekaligus, mendampingi Jokowi dan memenangkan Munas Golkar 2015," ungkapnya.
 
Dijelaskannya, tokoh Golkar yang harus dibidik PDIP dan Jokowi itu harus berkarakter Proklamator RI Mohammad Hatta. Karena bagi Saiful, pasangan paling ideal dalam politik nasional adalah Sukarno-Hatta. Sukarno berasal Jawa, nasionalis, mengurus urusan dalam negeri sampai ke hati rakyat Indonesia.
 
"Sementara Hatta non-Jawa, diplomasi luar negerinya sangat kuat, disegani karena inteletualitasnya, dan juga orang yang sangat humanis. Mungkin figur Bung Hatta inilah yang harus ditemukan," kata dia.
 
Sebelumnya, Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie mengatakan pentingnya PDIP dan Jokowi menggaet tokoh Golkar. Sehingga kata dia, memiliki dasar mengambil-alih Golkar pada Munas 2015 dan kemudian berkoalisi dengan PDIP.
 
"Kalau itu terjadi, partai penguasa pasca 2014 adalah PDIP didukung Golkar dengan partai penyeimbang pemerintahan yang dipimpin Demokrat. Kita lihat saja tidak lama lagi, satu tahun lagi," tandasnya. (hol)

Sumber

Ada 0 komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: imagejpeg(): gd-jpeg: JPEG library reports unrecoverable error:

Filename: helpers/captcha_helper.php

Line Number: 233